Laporan Webinar Pasca Kongres APHaH (Asia Pacific Hospital at Home) ke-1 Tahun 2026

Selasa, 8 Juli 2026

Hospital at Home (HaH) diperkenalkan sebagai model pelayanan kesehatan akut yang memungkinkan pasien memperoleh perawatan setara RS namun diselenggarakan di luar RS, dengan dukungan teknologi telemonitoring, teknologi kesehatan portable untuk self assessment , serta tim multidisiplin terintegrasi mulai dari layanan primer hingga rujukan. HaH tidak hanya fokus pada bagaimana memindahkan pasien dari RS ke rumah, namun juga menerapkan perawatan berbasis nilai sesuai kebutuhan pasien dengan mengoptimalkan efisiensi dan kualitas layanan.

Materi Video

Prof.dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D menyampaikan refleksi hasil keikutsertaan tim Indonesia dalam The First Asia Pacific Hospital at Home Congress di Taipei, termasuk deklarasi “ HEALTH ” yang menandatangani berbagai society dari Taiwan, Korea, Jepang, dan Australia, sementara Indonesia belum bisa ikut karena belum memiliki society . Pendanaan pemerintah Indonesia tidak melakukan perlawanan terhadap Taiwan, sehingga pendekatan industri berbasis demand–supply dengan sumber dana di luar BPJS, seperti out-of-pocket , filantropi, dan CSR. Namun dengan pendekatan tersebut, staf medis tetap harus diberikan pelayanan sesuai dengan pelayanan kesehatan yang diberikan. Saat ini, Indonesia masih harus melakukan perbaikan dalam aspek sertifikasi SDM, manajemen alat kesehatan, serta kesadaran dari pengambil kebijakan. Hal tersebut dapat didorong dengan adanya pembentukan Society/Community of Practice yang dimulai secara informal untuk mendorong regulasi, pendidikan, dan kesiapan Indonesia menghadapi kongres berikutnya.

Selanjutnya, Dr.dr. Isti Ilmiati Fujiati MScCM-FM. MpedKed.,SpKKLP,SubSpFOMC memandang bahwa HaH dinilai sebagai peluang yang dapat menjembatani kesenjangan pada transational care, dimana HaH dapat menangani kondisi yang tidak bisa dirawat di rumah sakit namun belum tertangani optimal di FKTP dapat juga membantu menekan angka readmisi dan mortalitas. Selain mendukung continuum of care, HaH juga dapat mendorong peningkatan kualitas hidup dan kualitas kematian, dengan menyelenggarakan pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien. Terkait pembiayaan, diharapkan HaH dapat memanfaatkan pasar non BPJS serta asuransi swasta.

Video

Sesi diskusi selanjutnya membahas perbedaan HaH dengan homecare konvensional, meliputi tarif dan penghematan daya, sumber pembiayaan, serta prospek pengembangannya di RS.

Materi Video

Webinar ditutup dengan rencana tindak lanjut oleh Ni Luh Putu Eka Andayani, SKM, M.Kes yang memaparkan aksi konkret yaitu rencana peluncuran society/Community of Practice pada Agustus 2026, agenda lanjutan Webinar Hospital Visit di Taichung General Hospital pada 23 Juli mendatang, serta rangkaian webinar tematik dan workshop penyusunan produk HaH serta pendampingan secara bertahap mulai dari penilaian awal hingga tata kelola dengan memanfaatkan kolaborasi bersama ARSADA, PERSI, serta asosiasi profesi lainnya.

Wartawan: Bestian Ovilia Andini

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*