Dari Gagasan Jadi Tulisan: Teknik Menulis Opini yang Menarik dan Berdampak

PKMK-Yogyakarta. Pelatihan penulisan opini Dari Gagasan ke Tulisan ini diselenggarakan dalam rangka menyongsong Fornas JKKI 2026. Kegiatan berlangsung secara hybrid dan diikuti oleh peneliti di UGM dan peserta umum yang berasal dari akademisi, mahasiswa serta masyarakat. Narasumber dalam webinar ini adalah Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD dari FK-KMK UGM dan Pratiwi Utami, S.I.P., M.Comm Med.St., Ph.D dari FISIPOL UGM. Pelatihan penulisan opini menjadi ruang untuk menjembatani peneliti dan analis dalam menyebarluaskan hasil riset dari jurnal ilmiah ke media massa. Penyampaian hasil penelitian tidak hanya dilakukan melalui pendekatan akademik-formal, tetapi juga melalui pendekatan digital-sosial, salah satunya dalam bentuk tulisan opini. Opini memiliki karakter yang disengaja, berfokus pada khalayak, menyesuaikan pesan dengan kebutuhan audiens dan media, serta berorientasi pada tindakan.

Prof. Laksono menegaskan bahwa peneliti dan akademisi kesehatan masyarakat memiliki peran lebih dari sekadar melakukan penelitian. Hasil riset perlu dikomunikasikan agar dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan dan mendorong perubahan kebijakan. Namun, penulisan opini tidak terlepas dari kompleksitas politik, ekonomi, dan etika, terutama ketika mengangkat isu seperti jaminan Kesehatan nasional, BPJS, cek kesehatan gratis, MBG, pendidikan residen, dan integrasi layanan primer. Tantangan lainnya adalah menyesuaikan tulisan yang sangat teknis dengan karakter media massa yang cenderung membutuhkan isu yang lebih umum dan makro. Jika tulisan opini para peserta belum termuat dalam media massa, JKKI dan PKMK akan menyediakan platform website untuk mengakomodir penayangan opini serta diseminasinya.  Silahkan klik materinya.

Dalam diskusi dibahas berbagai persoalan kesehatan yang dapat dikembangkan menjadi gagasan opini yang relevan bagi publik. Diantaranya dampak kabut asap terhadap ibu hamil di Kalimantan Barat, beban administrasi petugas puskesmas akibat banyaknya aplikasi dan input data yang berulang, hingga kebutuhan penguatan sistem rujukan bagi bayi dan ibu hamil di Kota Yogyakarta. Salah satu peserta pelatihan menyoroti pentingnya transformasi digital yang benar-benar memberikan efisiensi bagi tenaga kesehatan, bukan justru menambah beban administratif.

Pratiwi Utami, PhD, menekankan bahwa opini merupakan ruang untuk menyampaikan gagasan dan argumentasi sekaligus menjadi instrumen advokasi dan persuasi. Data penelitian perlu diterjemahkan sehingga memiliki makna bagi masyarakat. Karena itu, penulis perlu mempertimbangkan apa yang relevan, apa masalah publiknya, apa dampaknya, dan mengapa isu tersebut penting diketahui masyarakat. Isu seperti kesalahpahaman masyarakat terhadap vaksin, layanan kesehatan jiwa bagi penyandang disabilitas sosial, serta kebutuhan task shifting di puskesmas dapat menjadi contoh bagaimana hasil riset dikembangkan menjadi gagasan perubahan sistem.

Opini juga dapat digunakan untuk mengangkat isu baru, seperti penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam program triple eliminasi melalui pembelajaran berbasis MOOC, regenerasi kader Posyandu yang menghadapi persoalan insentif dan usia kader, maupun pengalaman perempuan yang menjalankan peran sebagai ibu sekaligus mahasiswa doktoral. Sumber utama opini dapat berasal dari hasil riset dan data empiris, tetapi penulis perlu mampu melihat isu dari perspektif kepentingan publik. Akademisi yang terbiasa menjelaskan kompleksitas masalah perlu belajar menyederhanakan persoalan tanpa menghilangkan substansinya agar dapat diterima oleh pembaca media massa. Materi klik disini

Dalam proses penulisan, kebijakan redaksi menjadi salah satu tantangan. Tulisan yang terlalu mikro, terlalu teknis, atau mengulang isu yang sudah sering dibahas berpotensi ditolak media. Di tengah perkembangan teknologi, Pratiwi juga mengingatkan bahwa artificial intelligence (AI) sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti gagasan dan gaya personal penulis. Pada akhirnya, opini bukan sekadar tulisan, melainkan cara membawa hasil riset menjadi gagasan publik—dari data menuju argumentasi, dari argumentasi menuju advokasi, dan dari advokasi menuju perubahan kebijakan.

Dalam diskusi, dibahas mengenai pengalaman pengiriman artikel opini di tolak oleh sebuah harian terkemuka. Dalam hal ini ada kemungkinan artikel opini walaupun bagus dilihat terlalu teknis. Oleh karena itu setelah kegiatan ini, akan dikembangkan rubrik opini di website www.kebijakankesehatanindonesia.net. Dalam diskusi dibahas juga mengenai pengembangan artikel opini lebih lanjut menjadi bahan untuk penyebaran pengetahuan dengan digital yang akan dikembangkan dalam kegiatan berikutnya,

 

Reporter: Widarti

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*